• June 24, 2022

Hati-Hati! Arus Modal Keluar Investor Asing Bakal Makin Deras

Hati-Hati! Arus Modal Keluar Investor Asing Bakal Makin Deras

MEDIA24.ID, JAKARTA- Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5%, dikhawatirkan bakal membuat arus keluar dana asing dari pasar modal Indonesia semakin deras.

Mengapa bisa seperti itu? Sebab, kebijakan BI ini berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh Bank Sentral AS dan Eropa.

Bank sentral AS, The Fed agresif mengerek bunganya. Saat ini tingkat suku bunga acuan The Fed berada di level 1,5% – 1,75%.

Dengan begitu, spread alias selisih antara bunga BI dengan bunga The Fed semakin menyempit. Kecilnya jarak tersebut bisa menjadi pemicu terjadinya outflow di pasar modal Indonesia dalam jangka menengah panjang.

Bila kekhawatiran ini terjadi, maka aliran modal asing yang hengkang dari pasar keuangan dalam negeri semakin besar.

BERITA LAINNYA  Jenfi Startup Pembiayaan Asal Singapura Lebarkan Sayap ke Indonesia

Bank Indonesia mencatat, pada periode 20 Juni 2022 hingga 23 Juni 2022, investor asing (nonresiden) di pasar keuangan dalam negeri terpantau melakukan jual neto sebesar Rp 8,35 triliun.

“Terdiri dari jual neto di pasar surat berharga negara (SBN) sebesar RP 5,25 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp 3,10 triliun,” tulis Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Jumat (24/6).

Seiring dengan hengkangnya asing dari pasar keuangan domestik, premi risiko investasi Indonesia juga meningkat.

Tercermin dari premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun yang naik ke level 130,99 basis poin (bps) per 23 Juni 2022, dari 130,84 bps per 17 Juni 2022.

BERITA LAINNYA  Mengenal Gejala Malaria dan Cara Mengobatinya

Dengan kondisi tersebut, maka dari awal tahun hingga 23 Juni 2022 atau secara year to date (ytd), investor asing terpantau melakukan jual neto di SBN sebesar Rp 105,09 triliun, tetapi sebaliknya di pasar saham, asing beli neto Rp 67,55 triliun.

Sedangkan mengutip data RTI, dalam sepekan terakhir ini investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell senilai Rp 3,89 triliun di seluruh pasar. Pada perdagangan Kamis (23/6), net sell asing mencapai Rp 1,70 triliun.

BERITA LAINNYA  Kedubes Amerika Serikat di RI Bakal Buka Magang untuk Mahasiswa

Aksi jual investor asing di pasar keuangan dan pasar saham akan semakin besar jika inflasi Indonesia dianggap terlalu tinggi. Sebab, dengan suku bunga tetap dan inflasi tinggi, akan membuat imbal hasil investor semakin kecil.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published.