• September 6, 2022

Seputar G30S PKI, Bintang Sakti Tak Mampu Selamatkan Letkol Untung

Seputar G30S PKI, Bintang Sakti Tak Mampu Selamatkan Letkol Untung

MEDIA24.ID, JAKARTA- Letkol Untung Syamsuri merupakan salah satu tokoh penting dalam peristiwa Gerakan 30 September atau banyak dikenal dengan G30S PKI.

Saat meletus peristiwa kelam tersebut, Letkol Untung, perwira asal Sruni, Kebumen, Jawa Tengah memegang jabatan sebagai Komandan Batalyon I Kawal Kehormatan Resimen Cakrabirawa, pengawal Presiden Sukarno.

Baca juga: 7 Hal yang Harus Dicermati Saat Renovasi Rumah

Baca juga: Jenis Tenaga Honorer yang Pasti Dihapus November 2023, Cek Ya

Dikutip dari buku G30S: Fakta atau Rekayasa, Soehardi, seorang eks perwira Provost Resimen Cakrabirawa memberi kesaksian, Untung baru masuk resimen pada awal Mei 1965. Artinya 4 bulan sebelum peristiwa G30S.

Sebelumnya Letkol Untung adalah Komandan Batalyon 454/Para. Batalyon ini diisi pasukan khusus Kodam Diponegoro yang populer dengan sebutan Banteng Raiders atau BR.

“Pasukan elite dengan kemampuan lintas udara serta bertempur di rimba dan gunung,” ujar Soehardi yang pensiun dengan pangkat terakhir Letkol Corps Polisi Militer.

BERITA LAINNYA  Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh, Kickoff Pukul 20.30 WIB 

Saat dimutasi ke Cakrabirawa, Letkol Untung membawa satu kompi anak buahnya di Banteng Raiders. Kelak pasukan inilah yang dia gunakan untuk melancarkan aksi yang populer disebut G30S PKI.

Untung bukanlah tentara sembarangan. Pada Februari 1963, Presiden Sukarno yang didampingi Panglima Mandala, Mayor Jenderal Soeharto menyambutnya di Istana Merdeka.

Bersama prajurit Batalyon 454, Untung yang berpangkat mayor dan baru berusia 36 tahun tiba dari operasi Trikora di Irian. Atas jasa dan keberaniannya dalam operasi itu, Untung diganjar penghargaan Bintang Sakti. Penghargaan ini merupakan yang tertinggi untuk anggota militer.

Saat itu, selain Untung, Presiden Sukarno juga menyematkan Bintang Sakti pada Mayor Benny Moerdani. Kelak Benny mampu menduduki posisi tertinggi di dinas militer sebagai Panglima ABRI.

BERITA LAINNYA  Top! Urus Sertifikat Tanah Kini Bisa di Sabtu dan Minggu
Letkol Untung dampingi Presiden Sukarno
Letkol Untung dampingi Presiden Sukarno saat penyerahan penghargaan Bintang Sakti di Istana Merdeka (IST)

Menurut UU Nomor 65 Tahun 1958 tentang Pemberian Tanda-tanda Kehormatan Bintang Sakti dan Bintang Darma, Bintang Sakti hanya diberikan pada anggota Angkatan Perang yang menunjukkan keberanian dan ketabahan tekad melampaui dan melebihi panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas militer di dalam maupun di luar pertempuran tanpa merugikan tugas pokok.

Seperti diketahui, usai G30S, Letkol Untung diringkus di Tegal dalam pelariannya ke wilayah Jateng pada pertengahan Oktober 1965. Dia lalu menghadapi persidangan di Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) yang digelar di Jakarta mulai 16 Februari 1966.

BERITA LAINNYA  UI Buka Jalur Prestasi untuk Penerimaan Mahasiswa S1 Reguler

Saat pembacaan vonis, majelis hakim menyebut penghargaan Bintang Sakti menjadi salah satu hal meringankan untuk Letkol Untung. Selain itu disebut juga Untung merupakan prajurit berdisiplin baik dan berani dalam menjalankan tugas sehingga menerima penghargaan lainnya.

Hanya saja deretan penghargaan tersebut tak mampu menyelamatkannya dari vonis mati. Majelis hakim menyebut kejahatannya berkualitas ganda yang membahayakan keselamatan negara sekaligus kejahatan beraspek politik, melanggar norma militer serta kepribadian TNI.

Perbuatan Letkol Untung juga disebut mengorbankan putra-putra utama negara, menyeret keterlibatan anggota AD dan AU sehingga menimbulkan pemberontakan militer yang sangat membahayakan keamanan dan pertahanan negara.

Letkol Untung akhirnya dieksekusi sekitar akhir Maret 1966 atas kesalahannya dalam peristiwa G30S PKI.

Leave a Reply

Your email address will not be published.