HEADLINEKEUANGANPILIHAN EDITOR

Rupiah Melemah Hadapi Ekspektasi Suku Bunga The Fed

1436
×

Rupiah Melemah Hadapi Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Share this article
rupiah dolar
rupiah dolar

MEDIA24.ID, JAKARTA – Mata uang Rupiah melemah terhadap dolar dalam perdagangan Selasa 7 Juni 2022.

Dalam perdagangan sore ini, mata uang garuda melemah 8-point walaupun sebelumnya sempat melemah 20 point di level Rp14.454 per dolar Amerika Serikat, dari penutupan sebelumnya di level Rp14.446.

Baca juga: Meski Pandemi Laba Bersih BUMN 2021 Capai Rp126 Triliun

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) rupiah hari ini diperdagangkan pada level Rp14.464 per US dolar

Ibrahim Assuaibi, Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka mengatakan kenaikan dolar disebabkan ekspektasi pada Federal Reserve AS yang akan memberikan lebih banyak kenaikan suku bunga.

Investor saat ini menunggu indeks harga konsumen (CPI) AS untuk petunjuk tentang jalur kenaikan suku bunga, yang dijadwalkan Jumat pekan ini.

BERITA LAINNYA  Bina UMKM, CrediBook Jalin Kemitraan dengan Universitas Warmadewa Bali

Bank Sentral Eropa akan menurunkan keputusan kebijakannya  terkait rupiah dolar Kamis ini dan diharapkan untuk bergabung menekan inflasi.

Baca juga: Bank Jago Suntik Rp500 M ke Leasing Ini, Duitnya Buat Apa?

Di Asia Pasifik, The Reserve Bank of Australia diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga berturut-turut untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.

Selain itu secara internal pasar uang dipengaruhi pptimisme Indonesia memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan di tengah situasi perekonomian global saat ini yang mengalami banyak guncangan.

Misalnya, terkait perang Rusia dan Ukraina yang akhirnya menyebabkan Ukraina membatasi ekspor sejumlah komoditas pangan.

Selain itu, Indonesia tidak akan terimbas signifikan dengan adanya larangan ini.

Hal ini terbukti dengan membaiknay PDB di Kuartal Pertama 2022 sebesar 5,01 persen.

BERITA LAINNYA  Bangga! Grup Kasidah Nasida Ria Manggung di Jerman

Baca juga: Kargo Technologies Ekspansi Luar Jawa, Target Angkut 3.000 Kontainer per Bulan 

Apabila sektor publik tidak mampu mempertahankan keamanan pangan, ada beberapa peran yang dapat dilakukan pemerintah melalui pengadaan publik (public procurement) dan kepemilikan publik (public ownership).

Hal ini dapat dilakukan melalui reformasi kelembagaan yang tujuannya menyediakan layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk pengelolaan rantai pasokan.

Selain tantangan distribusi pangan, pasar berkembang (emerging market) juga mengalami tantangan lain dalam 35 tahun terakhir.

Setiap kali Amerika Serikat (AS) menaikkan tingkat suku bunga, di mana menyebabkan volatilitas dan pasar global menekan mata uang, perekonomian negara yang bergantung pada aliran modal global menjadi sulit karena tingkat suku bunganya mengikuti tren global.

Baca juga: Bina UMKM, CrediBook Jalin Kemitraan dengan Universitas Warmadewa Bali

Selain itu, soal keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga, Taimur menganggap langkah ini tidak menjadi persoalan, mengingat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) stabil, dan Indonesia sejauh ini tidak menghadapi kesulitan pangan yang di luar kendali.

BERITA LAINNYA  Ucapan Lebaran Bahasa Sunda 2023, Wilujeng Idul Fitri Lur

Secara keseluruhan, meskipun tingkat suku bunga di AS naik, tetapi hal ini tidak berpengaruh terhadap volatilitas rupiah.

Alasannya, Indonesia telah memiliki eksposur terhadap banyak komoditas, dan harga komoditas yang tinggi pun tersedia di Indonesia.

Kendati Indonesia juga pernah mengalami beberapa masalah krisis pangan global, tetapi di saat yang bersamaan, diimbangi juga dengan ekspor gas dan minyak.

Baca juga: OPPO Luncurkan OPPO Find X5 Pro 5G dengan Kamera Paling Canggih

Selain itu, kenaikan pajak di Indonesia yang mulai diberlakukan pada April 2022 silam, dan menganggap kebijakan tersebut perlu untuk diterapkan.

Rasio digit Indonesia berdasarkan perbandingan internasional sangat rendah dibandingkan AS yang hampir menyentuh 100{fd52dcecda881c296c1db31ffe56309657c8000ff039e8a6c57fa921258e5dfa} dari Produk Domestik Bruto (PDB), dan India sebesar 70{fd52dcecda881c296c1db31ffe56309657c8000ff039e8a6c57fa921258e5dfa} dari PDB, sementara Indonesia bahkan tidak menyentuh 40{fd52dcecda881c296c1db31ffe56309657c8000ff039e8a6c57fa921258e5dfa} dari PDB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *