PERIKOP

Renungan Harian Kristen 14 Desember 2022, Sukacita Ilahi

1176
×

Renungan Harian Kristen 14 Desember 2022, Sukacita Ilahi

Share this article
Renungan harian Kristen
Renungan harian Kristen

Renungan harian Kristen Rabu, 14 Desember 2022 berjudul Sukacita Ilahi. Nas Alkitab untuk renungan hari ini terambil dari Mazmur 16:1-11

“di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”  Mazmur 16:11

Renungan harian Kristen 14 Desember 2022

Sukacita adalah salah satu dari sembilan buah Roh  (baca  Galatia 5:22-23)  atau bagian paket buah Roh yang harus dimiliki orang percaya.  Sukacita, dalam bahasa Yunani khara, memiliki makna kegembiraan yang meluap-luap, sukacita yang timbul sebagai akibat hubungan karib dengan Tuhan.

Sukacita ini adalah sukacita yang dianugerahkan Tuhan kepada orang percaya melalui keterlibatan Roh Kudus di dalam diri orang percaya.

Seperti semua buah Roh lain, sukacita ini bukan sesuatu yang dapat kita hasilkan sendiri, melainkan sebagai hasil ketika kita melekat kepada Tuhan selaku Pokok Anggur.  Dan sukacita yang diberikan Tuhan ini jelas berbeda dari sukacita yang ditawarkan oleh dunia.

Umumnya orang akan bersukacita apabila mengalami hal-hal menyenangkan seperti misalnya memperoleh hadiah, naik pangkat, lulus ujian, punya rumah baru dan mobil baru, uang banyak dan sebagainya.

Namun sukacita yang demikian tidak dapat bertahan lama alias bersifat sementara.  Ketika situasi berubah menjadi tidak menyenangkan karena terbentur suatu masalah, sukacita itu pun luntur dalam seketika.

Secara manusia sulit bagi seseorang untuk tetap bersukacita dalam keadaan yang demikian.  Sebaliknya mereka akan dengan mudahnya bermuram durja, sedih, kecewa, stres, putus asa dan bersungut-sungut.

Sukacita mereka  ‘terampas’  oleh situasi atau keadaan yang ada.  Sebagai orang percaya, haruskah kita merasakan sukacita yang sifatnya hanya musiman, yang sangat bergantung pada situasi dan keadaan?  Rasul Paulus menasihati,  “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”  (Filipi 4:4).

Rasul Paulus tidak asal bicara, sebab saat menulis surat kepada jemaat di Filipi ini ia tidak dalam keadaan yang baik, sebab saat itu ia berada di balik terali besi  (penjara).  Namun situasi sulit itu tidak membuatnya kehilangan sukacita.

Apa pun keadaannya janganlah menjadi alasan bagi orang percaya untuk tidak bersukacita, karena sukacita orang percaya tidak bergantung kepada apa pun yang bersumber dari dunia ini.

“Orang benar akan bersukacita karena TUHAN dan berlindung pada-Nya;”  Mazmur 64:11

Semoga renungan harian Kristen 14 Desember 2022 ini menjadi suluh dan pedoman kita dalam menjalani hari ini. Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *