HEADLINENASIONALPENDIDIKAN

Nadiem Gagas Marketplace Guru, Ketua Komisi X : Tak Selesaikan Akar Masalah

146
×

Nadiem Gagas Marketplace Guru, Ketua Komisi X : Tak Selesaikan Akar Masalah

Share this article
Ilustrasi guru
Ilustrasi guru (Freepik)

MEDIA24.ID, JAKARTA – Gagasan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim tentang marketplace guru dinilai tidak menyelesaikan akar permasalahan tenaga pendidikan di Indonesia.

Marketplace guru hanya menyelesaikan persoalan distribusi guru yang merupakan salah satu dari banyak masalah pengelolaan tenaga pendidikan di tanah air.

Marketplace guru ini hanya akan memudahkan sekolah yang membutuhkan tenaga pendidik sesuai formasi yang dibutuhkan. Marketplace ini tidak menjawab bagaimana agar tenaga guru honorer bisa secepatnya diangkat menjadi ASN sehingga mereka mendapatkan kelayakan penghidupan,” ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Jumat (2/6/2023).

Baca juga: Harlah Pancasila 1 Juni, Jokowi: Tolak Ekstremisme dan Politisasi Identitas-Agama

BERITA LAINNYA  Jakarta Terpilih Jadi Kota Paling Serius Tanggulangi Perubahan Iklim

Baca juga: KJP Plus Tahap I Tahun 2023 Cair 30 Mei, Sudah Cek Rekening Belum?

Untuk diketahui gagasan marketplace guru ini diklaim Nadiem Makarim untuk mengatasi tenaga guru honorer yang terjadi selama bertahun-tahun.

Marketplace guru sendiri merupakan database di mana semua sekolah dapat mencari siapa saja orang yang bisa menjadi pendidik atau diundang ke sekolah tersebut.

Huda mengatakan saat yang dibutuhkan adalah konsistensi dari sikap pemerintah untuk menuntaskan rekruitmen satu juta guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Ini berarti pemerintah harus menuntaskan berbagai kendala mulai dari proses rekruitmen, proses penerbitan surat pengangkatan, hingga penempatan guru yang lolos seleksi.

BERITA LAINNYA  Pesan Istri Ridwan Kamil Bikin Nangis: Di Sungai Aare yang Cantik Ini, Mamah Lepaskan Kamu

“Saat ini proses rekruitmen satu juta guru honorer menjadi ASN belum juga tuntas meskipun sudah dua tahun program tersebut diluncurkan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan banyak kendala dalam proses rekruitmen satu juta guru honorer menjadi PPPK. Mulai dari keenganan pemerintah daerah dalam mengajukan formasi, banyaknya kendala administrasi sehingga guru yang lolos seleksi tidak segera mendapatkan SK pengangkatan sebagai ASN, hingga proses penempatan yang memicu konflik di lapangan.

“Banyaknya kendala dalam rekruitmen satu juta guru honorer menjadi PPPK tersebut membutuhkan terobosan bersifat politis, di mana Mendikbud bisa meminta kepada Presiden untuk membuka ruang bagi hambatan yang bersifat regulatif maupun personal. Bukan malah menciptakan aplikasi baru,” katanya.

BERITA LAINNYA  King Salman Humanitarian akan bantu rakyat Indonesia malalui BAZNAS di bidang pendidikan

Politisi PKB tersebut mengakui jika aplikasi marketplace guru ini punya manfaat seperti layaknya aplikasi Gojek atau Grab yang memudahkan pertemuan pengemudi ojek online dengan penggunanya.

Kendati demikian marketplace guru ini akan berfungsi maksimal jika persoalan mendasar yakni pengangkatan guru honorer menjadi PPPK telah selesai dituntaskan.

“Dengan demikian distribusi guru bisa lebih efektif dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi yang dibutuhkan oleh masing-masing sekolah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *