• June 5, 2022

Begini Cara Terapkan Meaningful Learning pada Anak Sejak Dini

Begini Cara Terapkan Meaningful Learning pada Anak Sejak Dini

MEDIA24.ID, JAKARTA– Orang tua memegang peran penting dalam memancing minat anak untuk belajar. Sayangnya, kesibukan pekerjaan sehari-hari seringkali membuat orang tua merasa kurang bisa memandu anak-anaknya.

Adaptif terhadap teknologi saja belum cukup untuk mendampingi anak dalam belajar.

Orang tua juga harus memahami bagaimana menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sehingga mampu menumbuhkan minat anak untuk belajar.

Baca juga: Rahasia Kulit Cantik Berseri, dari Konsumsi Ubi Jalar hingga Mentimun

Salah satunya adalah melalui konsep “makna belajar” atau meaningful learning.

Apa itu pembelajaran bermakna atau meaningful learning?

Psikolog anak Samanta Elsener mengatakan mindful learning atau pembelajaran bermakna adalah keadaan ketika kita memiliki kesadaran mental mengenai apa yang sedang terjadi.

“Kemudian fokus terhadap hal yang sedang dipelajari, dan menerima apa yang sedang diajarkan, termasuk perbedaan pendapat di dalamnya,” ujarnya dalam dalam webinar yang digagas oleh platform belajar untuk anak, ZeniusLand, Sabtu, 4 Juni 2022.

Baca juga: Manfaat Vitamin D Ternyata Bisa Cegah Kanker Usus dan Payudara

BERITA LAINNYA  Aturan Baru Pemerintah, Nama Harus 2 Suku Kata 

Makna ini terdiri dari aspek Acceptance, Awareness, dan Attention atau disebut Triangle of Mindfulness, yaitu:

1. Acceptance

Acceptance dalam makna belajar adalah situasi di mana anak sudah mampu menerima berbagai pandangan dan pendapat orang lain.

Cara melatihnya dapat dilakukan melalui diskusi secara terbuka.

2. Awareness

Hal yang mampu membuat anak merasakan belajar bermakna adalah ketika mereka menyadari kegunaan dari ilmu yang dipelajarinya dalam mencapai cita-cita.

Misalnya, agar bisa menakar dosis obat dengan benar, anak-anak harus menguasai matematika.

Dengan kesadaran akan manfaat yang bisa mereka miliki, anak akan terpacu untuk terus belajar.

3. Attention

Attention dalam konsep belajar bermakna adalah mengkondisikan anak agar bisa fokus belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.

Samanta mencontohkan bahwa jika anak memiliki gaya belajar auditori (memahami materi melalui suara dan instruksi), orang tua dapat sering-sering mengajaknya berdiskusi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki anak.

BERITA LAINNYA  Manfaat Lidah Buaya, Salah Satunya Turunkan Hipertensi

Lalu, bagaimana orang tua dapat menciptakan pembelajaran bermakna bagi anak?

Head of Academics Primary – Zenius, Yuujisensei, mengatakan terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk menerapkan pembelajaran bermakna bagi anak.

1. Tanamkan Bahwa Belajar adalah Hak, Bukan Kewajiban

Yuujisensei mencontohkan, ketika anak-anak menjalankan kewajibannya untuk membantu orang tua, misalnya mencuci piring atau menyapu, umumnya anak tidak benar-benar menyukai kegiatan itu.

Namun, karena sadar bahwa membantu orang tua adalah kewajiban, mereka akan tetap menjalankan kewajibannya secara sukarela.

Jika konsep kewajiban ini kita aplikasikan ke kegiatan belajar, maka anak pun hanya belajar karena keharusan.

Oleh karena itu, posisikan belajar sebagai hak agar anak tahu bahwa mereka berkesempatan untuk menggali ilmu sebanyak mungkin guna mewujudkan cita-citanya.

2. Dampingi Anak saat Belajar

Hal ini dapat dilakukan orang tua melalui kegiatan sederhana, seperti mengajak mereka menonton video pembelajaran, lalu berikan beberapa pertanyaan untuk melatih problem solving-nya.

BERITA LAINNYA  Candi Ini Ditemukan dalam Kompleks Kampus di Yogya, Begini Kisahnya

Jika anak belum mampu memahami materi dari video, ajak mereka untuk mempelajarinya kembali bersama-sama.

3. Jangan Paksa Anak Belajar

Selain dua cara di atas, Yuujisensei dan Samanta sepakat bahwa metode pembelajaran konvensional berupa punishment and reward sudah tidak relevan lagi.

Carilah apa yang menjadi ketertarikan untuk anak dan adaptif pada hal tersebut.

Jika anak suka bermain game, berikan dia kesempatan bermain game, misalnya satu jam per hari.

Jika anak sulit berhenti bermain, orang tua dapat menggunakan parenting tool yang biasanya dapat diunduh dengan mudah.

Aplikasi ini akan menonaktifkan handphone secara otomatis ketika waktu bermain sudah melebihi durasi yang kita tentukan.

4. Kondisikan Lingkungan dan Waktu Belajar

Yuujisensei juga menjelaskan bahwa orang tua perlu mengkondisikan lingkungan belajar.

Misalnya, dengan meminta anggota keluarga lain menurunkan volume suara televisi ketika anak-anak sedang belajar agar situasi belajar tetap kondusif.

 

Related post

1 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.