• June 11, 2022

LSM HAM: Lebih dari 800 Masjid di Jerman Diserang Sejak 2014

LSM HAM: Lebih dari 800 Masjid di Jerman Diserang Sejak 2014

MEDIA24.ID, JAKARTA – Lebih dari 800 masjid di Jerman menjadi sasaran ancaman dan serangan sejak 2014, namun kejahatan tersebut tidak diselidiki dengan serius oleh apparat setempat, ujar

Brandeilig, sebuah inisiatif dari kelompok hak asasi FAIR International, seperti ditulis oleh Anadolu Agency, Sabtu 10 Juni 2022.

Baca juga: Israel Ingin Ubah Masjid Al-Aqsa jadi Sinagog

Brandeilig mencatat hampir 840 insiden serangan, vandalisme, dan ancaman antara tahun 2014 dan 2022.

Sebagian besar serangan dilakukan oleh orang tidak dikenal namun berhasil memicu serangan lebih lanjut terhadap situs ibadah Muslim oleh neo-Nazi atau ekstremis sayap kiri.

Di antara 120 serangan yang tercatat terhadap masjid pada 2018, hanya sembilan kasus yang pelaku dapat diidentifikasi.

“Tingkat ini menimbulkan kekhawatiran,” para ahli Brandeilig menekankan, menunjukkan bahwa dalam setidaknya 20 kasus, termasuk serangan pembakaran, tersangka dimaksudkan untuk menyebabkan kematian atau kerusakan tubuh yang parah.

BERITA LAINNYA  Ekonomi Indonesia Paling Resilien di Tengah Perlambatan Global

Baca juga: 3 Sekolah Kedinasan Buat Anak IPS, Kuliah Gratis dan Jaminan PNS

“Secara umum, petugas polisi tiba di tempat kejadian dengan sangat cepat dan segera memulai penyelidikan. Namun demikian, hampir tidak ada insiden yang dapat diselesaikan hingga hari ini, ”kata para ahli.

Ekstremis sayap kiri diduga berada di balik beberapa serangan yang menargetkan masjid, sementara sebagian besar dilakukan oleh ekstremis sayap kanan atau kelompok neo-Nazi, menurut laporan tersebut.

Baca juga: Pemerintah Percepat Program Pertukaran Profesional Muda dengan Swiss

BERITA LAINNYA  Ini Istilah Bank Syariah yang Perlu Kamu Ketahui, Simak Ya 

Jerman, negara berpenduduk lebih dari 83 juta orang, memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis. Di antara hampir 5,3 juta Muslim di negara itu, 3 juta berasal dari Turki.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Turki meminta otoritas Jerman membawa tersangka neo-Nazi ke pengadilan setelah merusak sebuah masjid di Kota Gladbeck.

“Kami menunggu pihak berwenang Kota Gladbeck untuk mencari pelaku serangan dan mengambil tindakan hukum yang diperlukan. Insiden buruk di masa depan dapat dicegah dengan membawa pelaku ke pengadilan,” kata kementerian pada Senin melalui pernyataan di situs webnya.

BERITA LAINNYA  Persija Vs Sabah FC, Macan Kemayoran Keok 1-2

Baca juga: Ekonomi Indonesia Paling Resilien di Tengah Perlambatan Global

Permintaan itu disusul oleh pernyataan dari Konsulat Jenderal Turki di Kota Munster yang menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya serangan terhadap masjid Turki oleh “kelompok rasis dan Islamofobia” baru-baru ini.

Sebuah masjid di Kota Gladbeck dirusak dalam semalam, menurut petugas masjid.

Para penyerang menulis slogan rasis dan menggambar swastika pada jendela dan dinding masjid yang dijalankan oleh Persatuan Islam Turki untuk Urusan Keagamaan (DITIB).

DITIB, organisasi Muslim moderat yang didirikan oleh migran Turki di Jerman, menjalankan lebih dari 900 masjid di seluruh negeri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.