• July 8, 2022

Laba Bersih Rp126 Triliun, Keuangan BUMN Makin Sehat

Laba Bersih Rp126 Triliun, Keuangan BUMN Makin Sehat

MEDIA24.ID, JAKARTA – Laba bersih BUMN tercatat sebesar Rp126 triliun pada 2021, melesat jauh dibanding 2022 yang hanya Rp13 triliun, mengindikasikan kondisi keuangan perusahaan negara makin sehat, ujar Menteri BUMN Erick Thohir.

Menurut Menteri Erick rasio utang berbasis bunga terhadap Modal Tertanam juga turun menjadi 35%, kemudian rasio utang berbasis bunga terhadap EBITDA yang turun dari 4,5 kali menjadi 3,5 kali pada 2021.

Baca juga: Bersih-bersih BUMN dari Korupsi Bikin Kinerja Membaik 

Baca juga: Meski Pandemi Laba Bersih BUMN 2021 Capai Rp126 Triliun

“Transformasi BUMN dengan mengedepankan tata kelola dan manajemen risiko perusahaan yang baik, efisiensi, dan profesional, kinerja keuangan BUMN semakin baik, semakin sehat,” ujar Menteri Erick.

BERITA LAINNYA  KTT G20 Momentum Indonesia Jadi Pemain Utama Mobil Listrik

“Laba bersih juga meningkat signifikan, sementara struktur pendanaan, dan kapasitas pembayaran utang BUMN terus menguat, berada pada rasio perusahaan dengan rating investment grade,” lanjut dia.

Pemerintah berusaha meningkatkan kapasitas utang dan struktur modal BUMN dengan melakukan restrukturisasi utang.

Restrukturisasi di antaranya dilakukan di Waskita Karya dan PTPN III pada pada 2021, serta Garuda Indonesia. Semua BUMN itu mempunyai kondisi keuangan yang melemah akibat Covid-19.

“Untuk Garuda, meski rencana perjanjian belum disetujui pada 2021 tapi baru saja mendapat persetujuan rencana restrukturisasi dalam PKPU,” jelas Menteri Erick.

BERITA LAINNYA  Ini Istilah Bank Syariah yang Perlu Kamu Ketahui, Simak Ya 

Pemerintah juga berusaha menurunkan utang pada neraca melalui penguatan posisi ekuitas pada BUMN strategis yang terdampak Covid-19.

Total Penanaman Modal dan Dukungan Pemerintah kepada BUMN tahun 2021 mencapai Rp68,9 triliun, yang lebih dari 80% dari total tersebut dialokasikan kepada BUMN strategis dalam menjalankan penugasan termasuk penugasan Proyek Strategis Nasional.

“Kami juga fokus pada peningkatan EBITDA untuk memperkuat kapasitas bayar utang, dengan meningkatkan penjualan dan meningkatkan efisiensi dan margin operasional. Pendapatan usaha unaudited tumbuh pada kisaran 19% pada tahun 2021, sedangkan margin laba bersih meningkat dari 0,7% pada tahun 2020 menjadi 5,6% pada tahun 2021,” lanjutnya.

“Perbaikan kinerja BUMN tentu memiliki dampak besar bagi masyarakat dan negara. BUMN sehat, kontribusi meningkat,” ujar dia.

BERITA LAINNYA  Bank Jago Suntik Rp500 M ke Leasing Ini, Duitnya Buat Apa?

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.