HEADLINEPENDIDIKANPILIHAN EDITOR

Kok Bisa Perjalanan Pulang Terasa Lebih Singkat Ketimbang Berangkat?

215
×

Kok Bisa Perjalanan Pulang Terasa Lebih Singkat Ketimbang Berangkat?

Share this article
Ilustrasi travelling
Ilustrasi travelling

MEDIA24.ID, Jakarta- Saat melakukan perjalanan atau traveling, mungkin pernah terasa bahwa perjalanan pulang terasa lebih cepat daripada pergi, meskipun jarak dan kecepatan yang ditempuh tetap sama.

Perasaan subjektif manusia terhadap berapa lama waktu berlalu sangat dipengaruhi oleh suasana hati dan kegiatan yang dilakukan saat itu. Fenomena perjalanan pulang terasa lebih cepat dari perjalanan pergi dapat dijelaskan oleh Efek Kappa.

Efek Kappa, seperti dijelaskan dalam Psychology Dictionary, merujuk pada pengalaman subjektif di mana durasi perjalanan dari satu tempat ke tempat lain terasa berbeda, terutama saat pergi dan pulang.

Dalam Psychology Today, beberapa teori menjelaskan fenomena ini, salah satunya adalah return trip effect atau efek perjalanan pulang-pergi, yang terkait dengan bagaimana seseorang memperhatikan waktu.

BERITA LAINNYA  Ilmuwan Komputer-Fisikawan Dapat Hibah "Jenius", Mereka Temukan Hal Ini

Pada tingkat psikologis, persepsi waktu seseorang dapat menjadi tidak akurat karena dipengaruhi oleh suasana hati. Sebagai contoh, orang yang terburu-buru mungkin merasa waktu berjalan lambat karena sering memeriksa jam, sementara orang yang teralihkan oleh hal-hal menarik merasa waktu berlalu cepat.

Selain penjelasan psikologis, fenomena ini juga dapat dijelaskan dari segi fisika. Secara fisika, jika rute pergi dan pulang sama, tidak akan ada perbedaan jarak tempuh, kecuali jika kecepatan berkendara berbeda.

Jika perasaan bahwa perjalanan pulang terasa lebih cepat tetap ada, meskipun jarak dan waktu tempuh sama dengan perjalanan pergi, hal itu mungkin disebabkan oleh cara otak mempersepsikan waktu, yang juga dapat melibatkan hormon.

BERITA LAINNYA  5 Keistimewaan Bulan Dzulqa'dah

Beberapa alasan fenomena perjalanan pulang terasa lebih cepat, seperti yang dikutip dari Vox Media, antara lain:

  1. Perjalanan Pulang Terasa Familiar: Perjalanan pulang terasa lebih dekat karena kefamiliaran dengan rute yang sama yang telah diambil saat pergi. Meskipun jaraknya sama, kefamiliaran membuatnya terasa lebih singkat.
  2. Ekspektasi Berlebih: Ekspektasi yang berlebihan tentang tiba di tujuan dengan tepat waktu membuat seseorang terlalu memperhatikan estimasi waktu, yang mungkin tidak sesuai dengan situasi yang tidak terduga selama perjalanan.
  3. Buru-buru saat Berangkat: Kesenangan dan keinginan untuk segera sampai di tujuan membuat perjalanan pergi terasa terburu-buru, sementara perjalanan pulang cenderung lebih santai dan kurang memperhatikan waktu.
  4. Antusias untuk Pulang ke Rumah: Setelah perjalanan panjang, antusiasme untuk pulang ke rumah menciptakan perasaan bahwa perjalanan pulang lebih cepat, karena diakhiri dengan kembali ke lingkungan yang dikenal dan nyaman.
BERITA LAINNYA  Cara Lihat Skor UTBK SNBT 2023, Mulai 20 Juni Pukul 15 WIB

Dengan demikian, fenomena perjalanan pulang terasa lebih cepat dari perjalanan pergi dapat dijelaskan melalui kombinasi efek psikologis, fisika, dan faktor emosional yang memengaruhi persepsi waktu manusia.