• June 2, 2022

Ini Istilah Bank Syariah yang Perlu Kamu Ketahui, Simak Ya 

Ini Istilah Bank Syariah yang Perlu Kamu Ketahui, Simak Ya 

MEDIA24.ID, JAKARTA – Sejak hadir untuk pertama kali di Indonesia pada medio 1992, bank syariah terus berkembang, ini istilah dalam bank atau perbankan syariah yang penting untuk kamu ketahui.

Perbankan Syariah di Indonesia dimulai dengan berdirinya Bank Mualamat yang mulai beroperasi pada Mei 1992 dengan modal awal Rp106 miliar.

Baca juga: Allianz Life Indonesia dan Bank Woori Saudara Umumkan Kerja Sama Strategis Asuransi Jiwa Kredit

Setelah itu kalangan perbankan baik pemerintah maupun swasta mulai mendirikan bank Syariah.

Bank Syariah di Indonesia semakin berarti setelah bank-bank Syariah milik pemerintah bergabung menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

Berikut istilah-istilah bank Syariah yang perlu kamu ketahui diambil dari laman Bank Syariah Indonesia.

  • Prinsip Syariah 

Aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan nasabah untuk penyimpanan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha atau kegiatan lainnya yang dinyatakan.

Semua kegiatan ini sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

  • Akad Wadiah

Perjanjian penitipan dana atau barang dari pemilik kepada penyimpan dana atau barang.

Pihak penyimpan mempunyai kewajiban untuk mengembalikan dana atau barang titipan sewaktu-waktu.

Baca juga: Bank Jago Suntik Rp500 M ke Leasing Ini, Duitnya Buat Apa?

  • Wadiah Yad adh-Dhamanah

Penerima titipan dapat memanfaatkan barang titipan tersebut dengan seizin pemilik, namun memberi jaminan bisa mengembalikan tersebut secara utuh saat pemilik menghendakinya.

  • Wadiah Yad al-Amanah

Penerima titipan tidak bertanggungjawab atas kehilangan dan kerusakan yang terjadi pada barang titipan selama bukan akibat dari kelalaian atau kecerobohan penerima titipan.

  • Akad Mudharabah

Perjanjian pembiayaan atau penanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudharib).

BERITA LAINNYA  10 Negara Paling Religius di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

Dana tersebut bisa digunakan untuk melakukan kegiatan usaha tertentu yang sesuai syariah, dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati.

  • Mudharabah al-Mutlaqah

Kerjasama antara dua pihak, shahibul maal menyediakan modal dan memberikan kewenangan penuh kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat investasi.

Sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan di muka.

  • Mudharabah Muqqayadah

Kerjasama antara dua pihak, shahibul maal menyediakan modal dan memberikan kewenangan terbatas kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat investasi.

Keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan.

Baca juga: Ada Dana Penelitian Riset Kripto dan Blockchain Nih..Ayok Daftar

Akad Musyarakah

Perjanjian pembiayaan atau penanaman dana dari dua atau lebih pemilik dana dan/atau barang untuk menjalankan usaha tertentu sesuai syariah.

Pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang disepakati, sedangkan pembagian kerugian berdasarkan proporsi modal masing-masing.

Biasanya akad ini dilakukan dalam pelaksanaan proyek, yaitu dua pemilik modal atau lebih menyatukan modalnya pada usaha tertentu, sedangkan pelaksananya bisa ditunjuk salah satu dari mereka.

Akad ini juga diterapkan pada usaha atau proyek sebagiannya dibiayai oleh lembaga keuangan sedangkan selebihnya dibiayai oleh nasabah.

Akad Murabahah 

Disebut juga dengan akad margin, yaitu perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli suatu barang sebesar harga perolehan barang ditambah dengan margin dan waktu pengembalian yang disepakati oleh para pihak.

Penjual menginformasikan terlebih dahulu harga perolehan ke pembeli.

Akad Salam

Perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli barang.

Ketentuannya pembeli memberikan uang terlebih dahulu secara penuh terhadap barang yang dibeli dengan spesifikasi yang sudah disebutkan sebelumnya dan pengantaran barang dilakukan kemudian.

BERITA LAINNYA  Link Live Streaming Hungaria Vs Inggris UEFA Nations League

Akad Istishna’

Perjanjian pembiayaan transaksi jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati oleh para pihak.

Kesepakatan ini juga termasuk mekanisme pembayaran sesuai dengan kesepakatan.

Bank akan memenuhi pesanan nasabah dengan mensubkan pekerjaannya kepada pihak lain.

Akad Qardh

Perjanjian pembiayaan untuk transaksi pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan kewajiban pihak peminjam hanya mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan.

Biasanya ini untuk pembiayaan dana talangan dengan jangka waktu yang relatif pendek.

Baca juga: PBSI UIN Jakarta Selenggarakan Seminar Integrasi Kajian Keislaman

 Akad Ijarah

Perjanjian pembiayaan berupa transaksi sewa menyewa atas suatu barang atau jasa antara pemilik obyek sewa termasuk kepemilikan hak pakai atas obyek sewa dengan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas obyek sewa yang disewakan.

Dengan akad ini maka bank syariah memberikan hak kepada penyewa untuk memanfaatkan barang yang akan disewa dengan imbalan uang sewa sesuai dengan persetujuan.

Setelah masa sewa berakhir maka barang dikembalikan kepada pemilik.

Penyewa dapat memiliki barang yang disewa dengan pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).

Akad Ar-Rahnu

Ar-Rahn berarti pledge atau pawn (gadai), yaitu kontrak atau akad penjaminan dan mengikat saat hak penguasaan atas barang jaminan berpindah tangan.

Jadi Ar-Rahnu adalah menjadikan barang yang mempunyai nilai ekonomis sebagai jaminan hutang.

Dalam akad Ar-Rahnu tidak terjadi pemindahan kepemilikan atas barang jaminan.

Pemindahan kepemilikan atas barang hanya terjadi dalam kondisi tertentu sebagai efek atau akibat dari kontrak.

BERITA LAINNYA  Bacaan Doa pada Kedua Orang Tua yang Masih Hidup Maupun Sudah Meninggal Dunia

Akad Hawalah

Adalah akad pemindahan nasabah kepada bank untuk membantu nasabah mendapatkan modal tunai agar dapat melanjutkan produksinya dan bank mendapat imbalan atas jasa pemindahan piutang tersebut.

Akad Kafalah

Adalah akad pemberian garansi/jaminan oleh pihak bank kepada nasabah untuk menjamin pelaksanaan proyek dan pemenuhan kewajiban tertentu oleh pihak yang dijamin.

Baca juga: Fatwa MUI Lengkap tentang Hewan Kurban di Tengah Wabah PMK

Nisbah

Adalah pembagian keuntungan usaha atau porsi bagi hasil bagi masing-masing pihak yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan.

Margin 

Besarnya keuntungan yang disepakati antara bank dan nasabah atas transaksi pembiayaan dengan akad jual beli (murabahah).

Margin pembiayaan bersifat tetap (fixed) tidak berubah sepanjang jangka waktu pembiayaan.

Akad Wakalah

Adalah akad perwakilan antara kedua belah pihak (bank dan nasabah).

Nasabah memberikan kuasa kepada bank untuk mewakili dirinya melakukan pekerjaan atau jasa tertentu.

Bai’al Muthlaq 

Jual beli biasa, yaitu pertukaran barang dengan uang.

Jual beli seperti ini menjiwai semua produk yang didasarkan pada transaksi jual beli.

Baca juga: Ini Daftar Sekolah Kedinasan yang Bisa Jadi Pilihan, Otomatis PNS

Muqayyad 

Intinya adalah jual beli namun pertukaran terjadi antara barang dengan barang (barter).

Jual beli semacam ini bisa untuk ekspor yang tidak bisa menghasilkan mata uang asing (valas).

Sharf 

Jual beli mata uang asing yang saling berbeda, seperti Rupiah dengan Dolar, Dolar dengan Yen; Sharf dilakukan dalam bentuk Bank Notes dan transfer.

Jual beli ini menggunakan nilai kurs yang berlaku pada saat transaksi.

Demikian Istilah-istilah dalam Bank Syariah yang Perlu Kamu Ketahui. Semoga bermanfaat.

 

 

Related post

1 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.