• June 17, 2022

Indonesia Jadi Target Israel Jalin Hubungan Diplomatik, Secepatnya 

Indonesia Jadi Target Israel Jalin Hubungan Diplomatik, Secepatnya 

MEDIA24.ID, JAKARTA – Israel menargetkan secepatnya membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia, negara dengan polulasi muslim terbesar di dunia.

Dikutip dari Anadolu Agency, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid  mengatakan pihaknya sudah  melakukan kontak dengan para menlu tiga negara yang tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel. Namun Menteri Lapid tidak menyebutkan negara-negara tersebut.

Baca juga: Israel Ingin Ubah Masjid Al-Aqsa jadi Sinagog

Baca juga: LSM HAM: Lebih dari 800 Masjid di Jerman Diserang Sejak 2014

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa Arab Saudi dan Indonesia berada dalam daftar negara yang ditargetkan Israel untuk menjalin hubungan dengan Tel Aviv.

BERITA LAINNYA  Masalah Industri Sawit dan Tawaran Solusi Koperasi

Menurut situs berita Israel, Hayom, Lapid menanggapi pertanyaan apakah seorang pejabat Israel akan mengawal Presiden AS Joe Biden selama kunjungannya yang direncanakan ke Arab Saudi bulan depan?

Menlu Israel itu tidak menyangkal pertanyaan itu tetapi tetap menanggapinya dengan bercanda dan mengatakan bahwa pesawat Biden adalah “pesawat besar”.

Lapid menambahkan bahwa Israel terus berusaha menambahkan lebih banyak negara Arab ke daftar negara yang menjalin hubungan dengan Israel.

Sejauh ini Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko sudah menandatangani perjanjian yang disponsori AS untuk menormalkan hubungan dengan Israel pada 2020.

Sebelumnya Duta Besar Israel untuk Singapura, Sagi Karni, dalam sebuah wawancara dengan Jerusalem Post, mengatakan pihaknya siap menjalin hubungan diplomatik dengan tiga negara Muslim di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

“Kami bersedia berbicara, kami bersedia untuk bertemu, dan pintu terbuka sejauh yang kami ketahui. Saya tidak berpikir begitu sulit untuk menemukan kami,” terang dia.

BERITA LAINNYA  Kapan Bansos PKH dan BPNT  Cair, Bisa Juni 2022 ? 

Namun Indonesia menegaskan belum mempertimbangkan untuk menjalin hubungan dengan pemerintahan baru Israel.

“Karena fokus utama Indonesia saat ini, kita sangat mengharapkan dihidupkannya kembali proses perdamaian,” kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Abdul Kadir Jailani kepada Anadolu Agency.

Menurut Kadir, pernyataan yang menyebut akar persoalan Israel-Palestina adalah konflik Israel dengan Hamas merupakan upaya memutarbalikkan fakta.

Kadir menegaskan akar persoalan Israel-Palestina adalah pendudukan serta perampasan hak dan tanah warga Palestina.

Menurut dia semua sudah jelas sejak puluhan tahun yang lalu.

BERITA LAINNYA  PPDB Jabar 2022 Dibuka Dua Tahap, Ini SMA Terbaik di Bekasi

Karena akar masalah adalah penjajahan, Indonesia meyakini satu-satunya jalan yakni dengan menghormati hak rakyat Palestina sesuai parameter internasional.

Kadir optimistis dialog dan perdamaian mungkin terjadi apabila hak warga Palestina terpenuhi.

Ke depan, Indonesia akan terus menggalang dukungan internasional bagi Palestina di berbagai forum.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.