• September 8, 2022

Indonesia Gabung IPEF,  Syaratnya Amerika Serikat Perpanjang GSP dan Dukung Presidensi G-20 

Indonesia Gabung IPEF,  Syaratnya Amerika Serikat Perpanjang GSP dan Dukung Presidensi G-20 

MEDIA24.ID, JAKARTA —  Indonesia menyatakan akan mengikuti semua pilar dalam Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), menunjukkan komitmen negara terbesar Asia Tenggara ini pada kerangka perdagangan bebas yang diinisiasi Amerika Serikat untuk menangkal pengaruh China di kawasan.

Sebagai imbalan, Indonesia meminta Amerika Serikat untuk menutup kasus sengketa dagang (dispute settlement) WTO DS 478 tentang importasi produk hortikultura, hewan, dan produk hewan; dukungan KTT G-20 dan pengesahan Generalized System of Preferences (GSP) di kongres Amerika Serikat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia akan mengikuti semua pilar dalam IPEP dan berusaha meningkatkan perdagangan. Airlangga juga menjamin bahwa 7 negara ASEAN yang menjadi anggota IPEF cukup solid dan berusaha menyamakan suara dalam pertemuan yang digelar 9 September 2022.

“Indonesia mengharapkan, melalui IPEF akan memperkuat ikatan di kawasan Indo-Pasifik yang sangat strategis ini, yang akan menentukan kekuatan ekonomi global pada dekade mendatang,” ujar Hartarto dalam siaran pers, Kamis 8 September 2022 setelah melakukan pertemuan bilateral dengan US Trade Representative (USTR).

IPEF adalah kerangka perdagangan kawasan yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan diluncurkan pada Mei 2022 lalu. Selain Amerika Serikat, negara-negara yang bergabung adalah Australia, Brunei, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam yang mempunyai nilai perekonomian setara dengan 40 persen GDP dunia.

IPEF dibentuk untuk mengimbangi agresivitas China di kawasan terutama dalam soal hubungan ekonomi dan perdagangan.  Menurut Airlangga, Indonesia berkomitmen melaksanakan empat pilar dalam IPEF.

BERITA LAINNYA  Bersih-bersih BUMN dari Korupsi Bikin Kinerja Membaik 

Pilar-pilar tersebut adalah pertama perekonomian terkoneksi termasuk topik perdagangan yang adil dan tangguh termasuk tujuh subtopik tenaga kerja, lingkungan dan iklim, ekonomi digital, pertanian, transparansi dan praktik peraturan yang baik, kebijakan persaingan, dan fasilitasi perdagangan. Berikutnya adalah ekonomi tangguh, yang mencakup topik ketahanan rantai pasokan.

Kemudian ekonomi Bersih, yang mencakup topik infrastruktur, energi bersih, dan dekarbonisasi (dipimpin oleh DOC); serta ekonomi yang fair mencakup topik perpajakan dan antikorupsi.

“Indonesia akan mengikuti di semua pilar  yang akan dimanfaatkan untuk mengambil manfaat dan keuntungan dalam mendorong peningkatan perdagangan antarnegara anggota IPEF,” ujar Menteri Airlangga.

Menurut dia, tujuh negara ASEAN yang menjadi anggota IPEF cukup solid dan terus berusaha menyamakan suara dalam pembahasan di IPEF. Pada kesempatan itu Menteri Airlangga meminta penutupan kasus dispute settlement DS WTO 487 antara Indonesia melawan Amerika Serikat dan Selandia Baru dalam kebijakan importasi produk hortikultura, hewan, dan produk hewan.

Indonesia menurut Menteri Airlangga telah memenuhi seluruh rekomendasi dan putusan DSB WTO dan berharap pemerintah AS bisa  mendukung Indonesia untuk menyelesaikan hambatan perdagangan bilateral. Indonesia juga membutuhkan dukungan Amerika Serikat untuk deklarasi pada KTT G-20 dan presidensi pada kelompok tersebut.

BERITA LAINNYA  LSM HAM: Lebih dari 800 Masjid di Jerman Diserang Sejak 2014

“Indonesia juga meminta perkembangan pengesahan perpanjangan Generalized System of Preferences (GSP) di kongres Amerika Serikat,” ujar dia.

“Presidensi G20 Indonesia merupakan momentum untuk percepatan pemulihan ekonomi secara inklusif dengan menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam merespons berbagai tantangan global,” ujar Menko Airlangga. “Indonesia memandang penyelenggaraan KTT ASEAN 2023 dapat dilakukan bersamaan dengan negosiasi IPEF,” lanjut dia.

IPEF melengkapi keterlibatan Indonesia dalam berbagai pakta perdagangan, setelah sebelumnya DPR menyetujui Rancangan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

RCEP adalah blok perdagangan antara 10 negara ASEAN dan lima mitranya yaitu Jepang, Selandia Baru, Australia, Korea Selatan dan China. Perjanjian ini adalah upaya untuk menjaga keterbukaan pasar, meningkatkan integrasi ekonomi regional, serta mendukung upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Blok ini mempunyai 29 persen pangsa pasar dan 29 persen PDB dunia, selain itu sebanyak 29,4 persen FDI (Foreign Direct Investment).

BERITA LAINNYA  Kargo Technologies Ekspansi Luar Jawa, Target Angkut 3.000 Kontainer per Bulan 

Indonesia sejauh ini mempunyai 29 perjanjian perdagangan bebas baik multilateral maupun bilateral. Sebanyak 19 perjanjian di antaranya sudah dilaksanakan.

Kesiapan bisnis dan industri

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengatakan IPEF banyak memberi keuntungan bagi Indonesia. Karena pilar kerjasama yang ditawarkan tidak tidak hanya tentang perdagangan, tetapi juga menyangkut isu supply chain, energi bersih, hingga pajak dan anti korupsi.

“Pilar-pilar ini sesuai dengan Indonesia yang merupakan salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Jika bisa mengoptimalkan kerjasama ini maka dapat memperbaiki kinerja ekonomi dalam berbagai aspek mulai ekonomi, lingkungan, energi, governance,” ujar dia.

Riza Noer Arfani, pengamat perdagangan dari jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan pilar-pilar IPEF sebenarnya ditujukan untuk kalangan bisnis dan industri dalam kerangka yang ditentukan oleh pemerintahnya.

“Yang perlu diperhatikan adalah kesiapan industri memenuhi pilar-pilar itu, karena ini (IPEF) bukan tentang akses pasar, tapi yang memanfaatkan ini adalah bisnis dan industri,” ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.