• October 14, 2022

Ilmuwan Komputer-Fisikawan Dapat Hibah “Jenius”, Mereka Temukan Hal Ini

Ilmuwan Komputer-Fisikawan Dapat Hibah “Jenius”, Mereka Temukan Hal Ini

MEDIA24.ID, JAKARTA- Ilmuwan dari Paul G. Allen School of Computer Science & Engineering, University of Washington, Amerika Serikat, Yejin Choi berhasil meraih hibah dari John D. and Catherine T. MacArthur Foundation.

Hibah sebesar USD 800.000 atau sekitar Rp 12 miliar ini akan diberikan dalam 5 tahun. Penghargaan ini lazim dikenal dengan sebutan hibah “jenius”.

Choi memperoleh hibah tersebut berkat usahanya mengembangkan sistem kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan menalar dan dapat memahami makna tersirat dari bahasa manusia. Ia menggunakan salah satu cabang dari kecerdasan buatan yang disebut natural language processing.

“Ini merupakan sebuah kehormatan besar, karena hanya ada dua peneliti dalam bidang natural language processing yang menerima penghargaan serupa sebelumnya,” ujar Choi seperti dikutip dari laman resmi University of Washington, Jumat (14/10/2022).

BERITA LAINNYA  Dulu Sering Dianggap Sepele, Ciplukan Ternyata Kaya Menfaat

Choi baru bergabung dengan University of Washington pada 2014. Sebelumnya, ia adalah asisten profesor di Stony Brook University, New York setelah menyelesaikan studi doktoral di Cornell University.

Selain Choi, John D. and Catherine T. MacArthur Foundation juga memberikan penghargaan serupa pada 24 orang lainnya dari berbagai bidang profesi.

Misalnya pengacara yang fokus pada bidang kesehatan bernama Priti Krishtel. Khrishtel sedang mencoba untuk mengubah sistem paten sehingga perusahaan farmasi tidak dapat lagi mengajukan banyak paten pada perubahan kecil pada obat yang ada.

BERITA LAINNYA  Kemenag Buka Seleksi 49.549 Formasi Calon PPPK, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Ia melakukan itu dengan tujuan meningkatkan akses ke obat-obatan yang terjangkau.

Peraih penghargaan termuda berasal dari Departemen Fisika dan Astronomi, University of Kansas bernama Steven Pohira yang berusia 35 tahun.

Pohira yang juga asisten profesor di kampus tersebut mencoba merekayasa alat baru untuk mendeteksi partikel sub-atom berenergi ultra-tinggi

Sub-atom ini dapat menyimpan petunjuk misteri alam semesta yang telah lama dipegang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.