DUNIAHEADLINEPILIHAN EDITOR

Hewan Usia Terpendek di Dunia, Ternyata Sejenis Capung

190
×

Hewan Usia Terpendek di Dunia, Ternyata Sejenis Capung

Share this article
Hewan Usia Terpendek
American sand-burrowing mayflies (Dolania americana) merupakan hewan dengan usia terpendek

MEDIA24.ID, JAKARTA- Jargon “hidup ini terlalu singkat” mungkin sangat sering kita dengar. Namun dibandingkan dengan penghuni planet Bumi lainnya, sebenarnya manusia memiliki masa hidup yang jauh lebih lama.

Memang setiap makhluk hidup punya masa hidup yang terbatas saat berada di dunia ini. Hal ini juga berlaku untuk hewan-hewan, yang memiliki usia hidup yang beragam, mulai dari belasan tahun hingga beberapa jam saja.

Beberapa hewan memiliki umur yang panjang, namun sebaliknya, ada juga yang hidup singkat bahkan kurang dari sehari. Pertanyaannya, hewan apa yang memiliki usia terpendek di dunia? Simak jawabannya dalam artikel ini.

Dikutip dari Live Science, lalat capung (mayfly) terpilih sebagai hewan dengan usia terpendek di dunia. Menurut penelitian ilmuwan, serangga ini memiliki siklus hidup yang sangat singkat.

BERITA LAINNYA  Australia Buka 10 Program Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Lalat capung dengan nama ilmiah Palingenia longicauda, mengalami tahap hidup yang unik.

Pertama-tama, serangga ini menetas dari telur sebagai larva dan hidup di bawah air selama dua tahun dalam tahap yang disebut nimfa. Kemudian, lalat capung mulai mengembangkan sayapnya dan bertransisi dari air ke darat pada tahap subimago, sebelum akhirnya berkembang biak pada tahap imago.

Sayangnya, pada tahap subimago dan imago, lalat capung tidak memiliki mulut atau sistem pencernaan yang berfungsi dengan baik. Dengan demikian, serangga ini hanya bertahan hidup dari cadangan energi yang dikumpulkan selama tahap nimfa.

BERITA LAINNYA  Dulu Sering Dianggap Sepele, Ciplukan Ternyata Kaya Menfaat

Sebagian besar lalat capung hanya hidup dalam waktu beberapa hari, bahkan ada yang kurang dari 24 jam setelah sayap mereka terbentuk.

Faktor lain yang mendukung kependekan hidup lalat capung adalah banyaknya pemangsa. Serangga ini sering menjadi mangsa hewan lain, yang dapat mengganggu siklus hidup mereka dan meningkatkan risiko kepunahan.

Menurut Luke Jacobus, seorang peneliti lalat capung dan profesor biologi di Indiana University, Amerika Serikat kecepatan kematian lalat capung merupakan strategi alam yang cerdas.

Evolusi memainkan peran penting dalam memodifikasi garis keturunan lalat capung, di mana tahap nimfa berfungsi sebagai pengumpulan nutrisi, sementara lalat capung dewasa berperan dalam mekanisme terbang, reproduksi, dan peneluran telur.

BERITA LAINNYA  Menteri Erick Thohir: IMF Nilai Indonesia Masih Jauh dari Krisis

Di antara spesies lalat capung, American sand-burrowing mayflies (Dolania americana) diidentifikasi sebagai spesies dengan usia paling pendek.

Lalat capung jantan hanya hidup kurang dari satu jam setelah mencapai usia dewasa, sementara lalat capung betina memiliki waktu sekitar lima menit untuk berkembang biak sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya.