• June 16, 2022

Hari Raya Iduladha 1443 H Bisa Beda, Simak Penjelasannya

Hari Raya Iduladha 1443 H Bisa Beda, Simak Penjelasannya

MEDIA24.ID, JAKARTA —  Hari Raya Iduladha 1443 H kemungkinan akan terjadi perbedaan, antara sejumlah ormas dan pemerintah, sama dengan Idul Fitri lalu, ujar Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN.

Hari raya Iduladha bisa jatuh pada 9 Juli dan 10 Juli 2022.

Baca jugaSidang Isbat Awal Zulhijah Digelar 29 Juni 2022

Baca juga: Kaum Dhuafa Indonesia Peroleh Kiriman Kurma dari Arab Saudi, Alhamdullilah

Perbedaan hari raya Iduladha ini terjadi karena masyarakat Indonesia menggunakan dua kriteria, yaitu wujudul hilal dan kriteria baru MABIMS.

BERITA LAINNYA  Aung San Suu Kyi Dihukum 3 Tahun Kasus Kecurangan Pemilu, Total Jadi 20 Tahun Penjara

Wujudul hilal digunakan oleh ormas Muhammadiyah, yaitu menentukan hari raya dengan kondisi bulan lebih lambat terbenamnya daripada matahari.

Sedangkan kriteria baru MABIMS, yang biasanya dianut oleh pemerintah menggunakan dasar batas minimal untuk terlihatnya hilal atau imkan rukyat atau visibilitas hilal.

Fenomena ini disebut fisis hilal, dinyatakan dengan parameter elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimum 6,4 derajat, dan fisis gangguan cahaya syafak (cahaya senja) yang dinyatakan dengan parameter ketinggian minimum 3 derajat.

“Pada saat Maghrib, 29 Juni 2022, di Indonesia posisi bulan sudah di atas ufuk. Artinya kriteria Wujudul Hilal telah terpenuhi,” ujar Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin.

BERITA LAINNYA  Jenfi Startup Pembiayaan Asal Singapura Lebarkan Sayap ke Indonesia

“Itu sebabnya Muhammadiyah dalam maklumatnya menyatakan 1 Dzulhijjah 1443 jatuh pada 30 Juni 2022, dan Iduladha jatuh pada 9 Juli 2022,” lanjut dia.

Libur nasional Iduladha ditetapkan pada 9 Juli 2022, namun penetapan ini berdasarkan kriteria lama MABIMS, yaitu tinggi minimal 2 derajat dan elongasi 3 derajat atau umur bulan 8 jam.

Namun jika mengacu pada garis tanggal kriteria baru MABIMS, menunjukkan bahwa di Indonesia pada saat maghrib 29 Juni 2022, tinggi bulan umumnya kurang dari 3 derajat dan elongasinya kurang dari 6,4 derajat.

“Artinya, hilal terlalu tipis untuk bisa mengalahkan cahaya syafak yang masih cukup kuat. Akibatnya, hilal tidak mungkin dapat dirukyat.

BERITA LAINNYA  Ini Niat Puasa Arafah Lengkap dengan Tuntunannya

“Secara hisab imkan rukyat (visibilitas hilal), data itu menunjukkan bahwa 1 Dzulhijjah 1443 akan jatuh pada 1 Juli 2022 dan Iduladha jatuh pada 10 Juli 2022,” ujar dia.

Hal tersebut nantinya akan dikonfirmasi oleh rukyat yang akan digelar pada 29 Juni dan diputuskan pada sidang itsbat awal Dzulhijjah 1443.

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.