NASIONAL

Fauzi Baadila-Haris Rusly Moti Pimpin Relawan Prabowo Subianto

192
×

Fauzi Baadila-Haris Rusly Moti Pimpin Relawan Prabowo Subianto

Share this article
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto

MEDIA24.ID, JAKARTA — Duet aktor dan aktivis 98 akan menjadi pemimpin relawan pendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 mendatang, ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Mereka adalah Fauzi Baadila dan  Haris Rusly Moti yang menjadi koordinator dan wakil koordinator relawan pendukung Prabowo Subianto.

“Gerindra resmi menunjuk Fauzi Baadila sebagai koordinator dan Haris Moti sebagai wakil koordinator relawan resmi yang akan menggalang pendukung Prabowo dari unsur non-parpol,” kata Dasco.

Menurut Dasco, keduanya mampu berkolaborasi dengan baik untuk memimpin relawan pendukung Prabowo sebagai calon presiden (capres) pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Hal itu karena keduanya memiliki rekam jejak yang baik pada bidang masing-masing.

BERITA LAINNYA  Indonesia – Turki Sepakat Kembangkan Kerjasama Militer

“Fauzi Baadila adalah aktor bertalenta sekaligus aktivis kemanusiaan yang punya jam terbang internasional, sementara Haris Moti adalah aktivis 98 yang punya sejarah perjuangan panjang,” kata dia.

Selain itu, Ketua Harian DPP Gerindra tersebut juga menjelaskan bahwa pihaknya yakin kolaborasi Fauzi dan Haris dapat memaksimalkan dukungan relawan harian untuk Prabowo.

“Mereka punya kelebihan sebagai orang lapangan yang sangat luwes, militan, dan punya jaringan luas,” ujar Dasco.

Dia menambahkan, adapun pembentukan koordinator relawan pendukung Prabowo ditujukan agar komunikasi dan koordinasi terjalin dengan baik, sebab saat ini kelompok relawan yang menyatakan dukungannya terhadap Prabowo semakin besar.

BERITA LAINNYA  Guru Besar UGM: Batasi Pengunjung Naik ke Bangunan Candi Borobudur

Haris Rusli Moti adalah mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik. Dia bersama kawan-kawannya berjuang di bawah tanah melawan pemerintahan Presiden Soeharto.

“Agar tidak terjadi miskomunikasi dan agar para relawan bisa bekerja tertib satu komando, maka perlu adanya koordinasi yang baik. Para relawan akan bekerja di tingkat akar rumput dan di luar struktur partai politik pendukung,” ujar Dasco.