• June 16, 2022

Daftar Tunggu Haji Nyaris 1 Abad, Kemenag Paparkan Alasannya

Daftar Tunggu Haji Nyaris 1 Abad, Kemenag Paparkan Alasannya

MEDIA24.ID, JAKARTA- Daftar tunggu ibadah haji di beberapa provinsi menunjukkan masa tunggu lebih dari 90 tahun atau nyaris satu abad. Data itu tersaji dalam aplikasi Haji Pintar atau website Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU). Mengapa bisa terjadi?

Kasubdit Sistem Informasi Haji Terpadu Ditjen PHU Hasan Afandi menjelaskan bahwa mundurnya estimasi keberangkatan disebabkan bilangan pembagi daftar tunggunya didasarkan pada kuota haji tahun berjalan.

Baca juga: Hari Raya Iduladha 1443 H Bisa Beda, Simak Penjelasannya 

Baca juga: Reshuffle Kabinet Juni 2022, Ini Daftar Menteri dan Wamen Baru Jokowi

“Estimasi keberangkatan selalu menggunakan angka kuota tahun terakhir sebagai angka pembagi. Tahun ini kebetulan kuota haji Indonesia hanya 100.051 atau sekitar 46% dari kuota normal tahun-tahun sebelumnya,” ujar Hasan Afandi, Rabu, 15 Juni 2022 dikutip dari laman Direktorat Jenderal Penyelengaraan Haji dan Umrah.

Menurut Hasan, sebelum ada kepastian kuota penyelenggaraan haji 1443 H pada pertengahan Mei 2022, maka bilangan asumsi yang digunakan sebagai bilangan pembagi masih menggunakan kuota berdasarkan MoU penyelenggaraan haji 2020 yaitu 210 ribu.

BERITA LAINNYA  5 Keistimewaan Bulan Dzulqa'dah

“Pada akhirnya ada kebijakan membatalkan keberangkatan karena pandemi Covid-19,” ujar Hasan yang saat ini tengah bertugas sebagai Kabid Siskohat di Kantor Urusan Haji Jeddah.

Sejak ada kepastian bahwa kuota haji 1443 H adalah sekitar 100 ribu, maka bilangan pembaginya mengalami penyesuaian.

“Hal inilah yang secara otomatis menyebabkan estimasi keberangkatan semakin lama. Sebab, ketika kuota turun, maka otomatis estimasi keberangkatan akan naik,” ujarnya.

Estimasi ini akan terus berjalan sampai dengan adanya kepastian kuota haji pada tahun 1444 H/2023 M. Jika kuota kembali normal, misalnya kembali ke 210 ribu atau bahkan lebih, maka estimasi keberangkatan akan mengalami penyesuaian.

Hasan memastikan, perubahan estimasi keberangkatan pada daftar tunggu haji bukan karena naiknya jumlah pendaftar dalam kurun Mei – Juni 2022 atau setelah penetapan kuota haji 1443 H.

BERITA LAINNYA  5 Manfaat Olahraga saat Menstruasi, Silakan Cek Ladies

Pasalnya, kalau kenaikan jumlah pendaftar, dampaknya hanya pada yang baru mendaftar, tidak ada pengaruhnya terhadap perubahan estimasi keberangkatan jemaah yang sudah lama mendaftar.

Hasan berharap tahun depan kuota haji Indonesia kembali normal atau bahkan lebih banyak dari kuota normalnya. Sehingga, estimasi keberangkatan jemaah akan kembali berubah, sesuai bilangan pembaginya.

“Bila kuota nasional kembali 100 persen, secara otomatis, estimasi keberangkatan akan menyesuaikan kembali, karena sistem aplikasinya memang begitu,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.