• December 12, 2022

Candi Ini Ditemukan dalam Kompleks Kampus di Yogya, Begini Kisahnya

Candi Ini Ditemukan dalam Kompleks Kampus di Yogya, Begini Kisahnya

MEDIA24.ID, JAKARTA- Hiruk pikuk para pekerja konstruksi mulai melakukan penggalian di kompleks kampus Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat 11 Desember 2009, Jalan Kaliurang Km. 14,5, Sleman, Yogyakarta. Namun tiba-tiba alat eskavator membentur sebuah benda keras.

Setelah diamati ternyata  benda tersebut merupakan batu dengan bentuk unik. Mereka kemudian menggali dengan hati-hati dan ternyata ditemukan bangunan menyerupai candi di lokasi yang rencananya menjadi fondasi perpustakaan UII tersebut.

Para pekerja ini kemudian melaporkan temuan mereka kepada pihak kampus. Kampus lalu meneruskan  ke kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Daerah Istimewa Yogyakarta yang kini bernama Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta.

Laporan temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan diterjunkannya tim ahli untuk melakukan survei lapangan hingga ekskavasi atau penggalian, guna mengungkap temuan mencurigakan tersebut.

BERITA LAINNYA  Panas! Cak Imin Sebut Yenny Wahid Bukan PKB: Bikin Partai Sendiri Aja Gagal

Dikutip dari laman BPCB DIY, dari hasil ekskavasi didapatkan ada satu buah candi induk berdenah bujur sangkar berukuran 6 x 6 meter, satu buah candi perwara berdenah persegi panjang berukuran 4 x 6 meter yang dibatasi dengan batas halaman I di sisi barat.

Sementara di sisi selatan berupa susunan batu gundul setebal 1,2 meter yang berjarak 11,2 meter dari lingga patok pusat.

Di dalam candi induk ditemukan arca Ganesa, lingga, dan yoni, serta wadah gerabah di bawah cerat yoni. Di dalam candi perwara ditemukan arca Nandi, dua buah lapik padma yang mengapit arca Nandi, lingga, dan yoni.

Struktur candi tersebut ditemukan pada kedalaman 270 cm. Selanjutnya dilakukan kegiatan penggalian penyelamatan selama 3 tahap dari tanggal 21 Desember 2009 hingga 30 Januari 2010.

Karena lokasi temuan candi secara administratif terletak di Dusun Kimpulan, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman maka bangunan tersebut disebut Candi Kimpulan.

BERITA LAINNYA  Ini Jadwal Kereta Api ke Yogyakarta Jelang Liburan Sekolah

Candi Kimpulan merupakan bangunan candi yang terbuka, karena tidak ditemukan dinding dan atap bangunan. Penutup atap diperkirakan menggunakan bahan yang mudah lapuk dengan tiang kayu di atas umpak. Asumsi ini didasarkan atas adanya temuan umpak di lantai bangunan induk.

Kompleks Candi Kimpulan memiliki gaya arsitektur langgam Jawa Tengah klasik tua. Hal ini terlihat dari gaya pengarcaannya yang naturalis serta kepala Kala yang ditemukan tidak memiliki rahang bawah yang merupakan ciri khas seni pada klasik tua.

Selain itu juga dari segi kajian paleografis tulisan dan gaya Bahasa yang terdapat pada pripih yang ditemukan di Candi Kimpulan berasal dari sekitar abad 9 Masehi.

Dilihat dari endapan yang mengubur candi tersebut diperkirakan candi tersebut terkubur oleh endapan dari material Gunung Merapi.

BERITA LAINNYA  Mau Liburan Keliling Eropa, Biayanya Cuma Rp16 jutaan Lho

Hipotesis dari Tim Geologi Universitas Gadjah Mada menyatakan  bahwa Candi Kimpulan terkubur oleh material-material dari endapan Merapi yang terbawa arus sungai-sungai yang berada di sekitar candi.

Kondisi bangunan yang ditemukan masih utuh, menurut tim geologi disebabkan oleh dua hal yaitu arus yang membawa bahan sedimen tidak terlalu deras, sehingga boulder yang terbawa tidak menghantam bangunan dengan keras. “Indikasi arus ini terlihat dari layer lapisan tanah (stratigrafi) yang relatif datar,” dikutip dari laman BPCB DIY.

Kemudian menurut tim, arus yang membawa bahan sedimen tidak menghantam tegak lurus dengan dinding bangunan, tetapi menghantam bagian sudut bangunan sehingga arus dapat terbelah ke kanan dan kiri dinding bangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.