• July 16, 2022

BPS DKI Jakarta: Angka Kemiskinan Jakarta Naik

BPS DKI Jakarta: Angka Kemiskinan Jakarta Naik

MEDIA24.ID, JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta merilis angka kemiskinan DKI Jakarta pada periode Maret 2022 sebesar 4,69 persen berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2022.

Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Anggoro Dwitjahyono menyatakan persentase tersebut meningkat tipis 0,02 persen poin dibandingkan periode September 2021, tapi turun 0,03 persen poin dibandingkan Maret 2021.

Baca juga: TNI Angkatan Laut Buka Lowongan Bintara PK, Cek Syarat dan Cara Daftar di Sini

Baca juga: Lada Hitam Indonesia Primadona Dunia, Ekspor Kuartal I/2022 Naik Hampir Separuh

“Jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 502.040 orang bertambah 3.750 orang terhadap September 2021,” ujar Anggoro seperti yang dikutip dari keterangan tertulis BPS DKI Jakarta, Jumat, 15 Juli 2022.

BERITA LAINNYA  Daftar Tunggu Haji Nyaris 1 Abad, Kemenag Paparkan Alasannya

Penambahan jumlah penduduk miskin di provinsi yang dipimpin Anies Baswedan ini diantaranya disebabkan penurunan daya beli masyarakat yang masih terdampak pandemi COVID-19 dan juga kenaikan harga barang jasa.

Meningkatnya kasus baru Covid-19 karena varian Omicron selama periode Maret 2022 berdampak pada diberlakukannya pembatasan beberapa aktivitas ekonomi yang sebelumnya sudah mulai berangsur pulih.

“Perekonomian mulai membaik namun daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih,” kata Anggoro. Data Susenas Maret 2022  menyebut, selama periode September 2021 – Maret 2022, ekonomi Jakarta tumbuh 4,42 persen. Hanya saja di sisi lain, inflasi juga tercatat cukup tinggi pada level 1,78 persen.

Bantuan-bantuan sosial yang diberikan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi yang ditujukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga belum secara optimal didistribusikan. Kondisi ini punya dampak terhadap tingkat konsumsi masyarakat miskin.

BERITA LAINNYA  Cerita Buya Syafii Ngonthel Datangi Gereja yang Dibom Teroris

Anggoro juga memaparkan data selama September 2021– Maret 2022, Garis Kemiskinan naik sebesar 3,34 persen, yaitu dari Rp 715.052 per kapita per bulan pada September 2021, menjadi Rp 738.955 per kapita per bulan pada Maret 2022.

Ternyata komoditi makanan punya peranan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan.terhadap Garis Kemiskinan.

“Pada Maret 2022, komoditi makanan menyumbang sebesar 68,78 persen pada garis kemiskinan,” ujar Anggoro.

 

1 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.