• June 27, 2022

Bersih-bersih BUMN dari Korupsi Bikin Kinerja Membaik 

Bersih-bersih BUMN dari Korupsi Bikin Kinerja Membaik 

MEDIA24.ID, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa upaya pemberantasan korupsi di tubuh BUMN membuat kinerja perusahaan membaik.  Menurut dia, setelah mengungkap kasus di Asabri dan Jiwasraya, kini sasaran selanjutnya adalah Garuda Indonesia.

Baca jugaMeski Pandemi Laba Bersih BUMN 2021 Capai Rp126 Triliun

Baca juga: Hadiri KTT G7, Jokowi Tawarkan Investasi Energi Bersih di Indonesia

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir hasil dari perbaikan sejumlah BUMN terlihat kini,  Jiwasraya yang sejak 2006 terlilit persoalan serius, kini semakin membaik.

Begitu juga dengan Garuda Indonesia yang secara voting mayoritas krediturnya setuju dengan restrukturisasi yang dilakukan perusahaan yang menyelamatkan masa depan Garuda dari ancaman kebangkrutan.

BERITA LAINNYA  PSS Sleman vs Persita Tangerang, Ini Link Live Streaming 

“Penegakan hukum terjadi, restrukturisasi terjadi. Kita bisa melihat dari Jiwasraya, Asabri, dan Garuda. Meski juga harus diakui belum sempurna namun sudah sangat terlihat perbaikannya,” kata Menteri Erick.

Erick pun menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada BUMN yang menjalankan usahanya dengan proses bisnis yang tidak baik, terutama Garuda yang sejak 2019 proses bisnisnya sudah berjalan dengan transparan dan profesional.

Kasus-kasus dugaan korupsi di tubuh BUMN kembali ditindak dengan menetapkan Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama Garuda sebagai tersangka kasus pembelian pesawat

“Kami menetapkan dua tersangka baru, yaitu ES selaku Direktur Utama Garuda. Kedua adalah SS selaku Direktur PT Mugi Rekso Abadi,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung, Senin 27 Juni 2022.

BERITA LAINNYA  6 Peluang Bisnis Sampingan yang Menguntungkan Bagi Milenial

Pengadaan pesawat di era manajemen Garuda Indonesia terdahulu terbukti telah merugikan negara.

Burhanuddin menjelaskan, dari korupsi yang terjadi di tubuh Garuda di era 2005-2014 itu, total kerugian negara mencapai Rp 8,8 triliun.

Menteri Erick mengatakan bahwa kolaborasi antara Kementerian BUMN dan Kejaksaan Agung adalah bukti komitmen bersama untuk menghasilkan perbaikan mendasar.

“Ini bukti kalau kita mau berkolaborasi dengan baik antarinstansi pemerintah. Dengan dikelola secara profesional dan transparan, maka mampu menghasilkan yang terbaik bagi negara,” ujar Erick.

BERITA LAINNYA  Ini Tips Pilih Hewan Qurban di Tengah Wabah PMK, Virus Bisa Bertahan 3 Bulan Lho

Erick pun mengapresiasi BPKP yang sejak awal aktif membantu Kementerian BUMN dan kejaksaan untuk mengaudit perusahaan negara. Dengan komitmen bersama untuk memperbaiki BUMN, kata Erick, hasilnya nampak dari perbaikan performa sejumlah BUMN, termasuk di dalamnya Jiwasraya, Asabri, dan Garuda Indonesia.

“Program bersih-bersih BUMN bukan sekadar ingin menangkap saja, tetapi bagaimana kita memperbaiki sistem. Bagaimana kita me-minimized korupsi itu dengan sistem yang diperbaiki sehingga bisa mencegah korupsi secara jangka panjang,” ujar Erick.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.