• December 1, 2022

Aturan Pilih Prodi SNBP 2023, Boleh Lintas Jurusan

Aturan Pilih Prodi SNBP 2023, Boleh Lintas Jurusan

MEDIA24.ID, JAKARTA- Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP 2023 memberi kesempatan para pendaftar untuk memilih prodi sesuai minatnya. Siswa asal jurusan IPS bisa memilih prodi saintek dan sebaliknya.

“Setiap siswa karena masih Kurikulum 2013, dari jurusan IPA, IPS, atau Bahasa, diizinkan memilih prodi di PTN sesuai keinginannya,” ujar Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2023,  Mochamad Ashari dalam dalam konferensi pers SNPMB 2023 secara daring, Kamis (1/12/2023).

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu menambahkan,”Tidak ada syarat tertulis kalau (siswa asal jurusan) IPA harus memilh prodi A, B, C, D, (siswa asal jurusan) IPS tidak boleh ke (prodi) A, B, C, D, tidak ada. Jadi boleh memilih prodi di PTN.”

BERITA LAINNYA  Irjen Ferdy Sambo Tersangka! Ini Kronologi Kasus dan Profilnya

 

Ketentuan Pemilihan Prodi SBNP 2023 

  • Setiap siswa jurusan IPA, IPS, atau Bahasa diizinkan memilih prodi di PTN
  • Setiap siswa dapat memilih dua program studi dari satu PTN atau dari dua PTN
  • Jika memilih dua program studi, salah satu prodi harus berada di PTN pada provinsi yang sama dengan SMA/SMK/MA asal siswa.
  • Jika memilih satu prodi, siswa dapat memilih PTN di provinsi mana pun.
  • Sejalan dengan siswa non-eksakta yang kini bisa memilih prodi saintek dan sebaliknya, penilaian dalam SNBP 2023 salah satunya juga mempertimbangkan nilai siswa dalam mata pelajaran (mapel) pendukung sesuai asal jurusan.
Seperti diketahui, jalur masuk calon mahasiswa ke universitas yang diinginkan tanpa tes yang sebelumnya bernama SNMPTN kini resmi diubah menjadi SNBP 2023. Bukan hanya terjadi perubahan nama saja tetapi juga prosesnya.
Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 Pasal 5 yang disahkan per 5 September 2022, pemeringkatan SNBP 2023  dilakukan berdasarkan 2 (dua) komponen yaitu:
a. komponen pertama, yang dihitung berdasarkan rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran paling sedikit 50 persen dari bobot penilaian
b. komponen kedua, yang dihitung berdasarkan nilai rapor paling banyak 2 (dua) mata pelajaran pendukung Program Studi yang dituju, portofolio, dan/atau prestasi paling banyak 50 persen dari bobot penilaian.
Komposisi persentase komponen pertama dan komponen kedua ditetapkan oleh masing-masing PTN dengan total 100 persen. Dengan aturan ini, persentase komponen bisa berbeda antar prodi di dalam satu PTN.

Leave a Reply

Your email address will not be published.