• June 5, 2022

Apa yang Dimaksud dengan Kitab Fathul Izar? Simak Penjelasannya

Apa yang Dimaksud dengan Kitab Fathul Izar? Simak Penjelasannya

MEDIA.24, JAKARTA– Kitab Fathul Izar merupakan karya ulama Nusantara KH Abdullah Fauzi Pasuruan. Nama lengkap kitab tersebut yakni Fathul Izar Fi Kaysfil Asror li Awqaatil Hirts Wa Khilqatil Abkar yang artinya Pembuka Sarung di dalam Masalah Seputar Waktu Terbaik Menanam Benih dan Bentuk Keperawanan.

Bagi kalangan santri pondok pesantren tradisional, Kitab Fathul Izar merupakan salah satu kitab kuning yang tidak asing. Kitab Fathul Izar ini berisikan pendidikan seks dan anjuran menikah.

Begini Cara Terapkan Meaningful Learning pada Anak Sejak Dini

Kajian mengenai Kitab Fathul Izar memang selalu dinantikan para santri khususnya yang sudah senior atau tingkat ulya. Mereka menyimak kajian sekaligus ngafsahi (memberikan arti) secara serius. Rasa kantuk yang biasanya mendera pun seperti sirna lantaran tak jarang sang kiai menyelipkan joke joke yang menggugah tawa.

Bagi santri yang masih di madrasah ibtidaiyah (MI) dan MTs memang dilarang ikut mengkaji kitab itu lantaran belum sampai usianya.

Adapun mengenai waktu kajian Kitab Fathul Izar, ada kiai ataupun ustaz yang mengajarkannya selepas salat Subuh, ada juga yang selepas Isya.

Kitab itu sejatinya wejangan bagi suami istri ataupun pasangan pengantin baru yang berisi keutamaan dan anjuran menikah serta rahasia jima, adab-adabnya serta waktu terbaik berhubungan suami istri.

Apa yang dimaksud dengan Kitab Fathul Izar?

Seperti disebutkan di atas, Kitab Fathul Izar ini berisi tentang jima (berhubungan intim suami istri) dan rahasia waktunya, mengatur cara jima, dan doa sebelum maupun sesudah jima.

BERITA LAINNYA  Niat Puasa Tasua dan Asyura Lengkap, Arab, Latin dan Artinya

Manfaat Vitamin D Ternyata Bisa Cegah Kanker Usus dan Payudara

Seperti kitab-kitab sejenisnya, Kitab fathul Izar ini diawali dengan kajian tentang keutamaan dan anjuran menikah.

Dalam kitabnya, KH Abdullah Fauzi mengungkapkan bahwa nikah adalah sunnah Nabi SAW dan jalan yang disenangi, karena dengannya akan berlangsung keabadian keturunan manusia, serta dengan nikah terdapat keterjalinan hubungan yang berlanjut.

Allah SWT berfirman dalam Surat Ar Rum Ayat 21:
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah Ia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. ar-Rum ayat 21).

Nabi SAW telah bersabda: “Wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang sudah mampu membiayai pernikahan, hendaklah kalian menikah. Karena sesungguhnya nikah itu lebih mampu memejamkan pandangan (dari kemaksiatan) dan lebih menjaga kehormatan.”

Jima dan rahasia Waktunya

Tujuan terpenting dari nikah itu adalah ibadah dan mendekatkan diri kepada sang Khaliq dan mengikuti Rasul, dan menghasilkan keturunan. Dengan pernikahan alam ini akan terus stabil, dan dengan meninggalkan pernikahan maka alam ini bisa rusak dan binasa.

BERITA LAINNYA  Hari Raya Iduladha 1443 H Bisa Beda, Simak Penjelasannya

Allah Swt. berfirman: “Wanita-wanita kamu semua adalah ladang bagimu. Maka datangilah ladangmu itu semaumu dan kerjakanlah olehmu (amal-amal yang baik) untuk dirimu sendiri.” (QS. al-Baqarah ayat 223).

Ayat ini turun ketika kaum Muslimin mengatakan bahwa mereka menggauli istri mereka dengan posisi berlutut, berdiri, terlentang, dari arah depan dan dari arah belakang.

Menanggapi pernyataan kaum Muslimin tersebut kaum Yahudi menyatakan: “Tidaklah melakukan hubungan semacam itu selain menyerupai tindakan binatang, sedangkan kami mendatangi mereka dengan satu macam posisi. Sungguh telah kami temukan ajaran dalam Taurat bahwa setiap hubungan badan selain posisi istri terlentang itu kotor di hadapan Allah.”

Lalu turunlah ayat di atas, Allah hendak membantah pernyataan kaum Yahudi tersebut. Jadi dalam kandungan ayat ini menunjukkan diperbolehkannya seorang suami menyetubuhi istrinya dengan cara apapun dan pada posisi bagaimanapun yang ia sukai. Baik dengan cara berdiri, duduk atau terlentang, serta dari arah mana pun suami berkehendak, baik dari atas, bawah, belakang ataupun dari arah depan.

Boleh juga menyetubuhinya pada waktu kapan pun suami menghendaki, siang ataupun malam hari. Sepanjang tidak lewat lubang belakang.

Tips Mendapat Anak Laki-Laki

Dinukil dari sumber yang bisa dipercaya bahwa, barangsiapa saat menyetubuhi istrinya didahului dengan membaca basmalah, surat al-Ikhlas, takbir, tahlil dan doa berikut:

BERITA LAINNYA  Khasiat Surat Yasin Ayat 58 yang Dibaca 3 Kali

Bismillahil ‘aliyyil ‘adhiim

Kemudian suami menyuruh istri tidur miring ke kanan , kelak jika ditakdirkan mengandung istrinya akan melahirkan anak berjenis kelamin laki-laki dengan izin Allah.

“Aku (As Suyuthi) telah mengamalkan dzikir serta teori ini, dan aku pun menemukan kebenarannya tanpa ada keraguan. Dan hanya dari Allah sajalah pertolongan itu”. Demikian tadi adalah penggalan komentar Imam as-Suyuthi.

Sedangkan bila istri dalam posisi miring ke kiri kelak jika ditakdirkan mengandung istrinya akan melahirkan anak perempuan dengan izin Allah.

Sebagian ulama mengatakan: “Barang siapa menyetubuhi istrinya lalu ketika merasa akan keluar mani (ejakulasi) ia membaca dzikir:

Laa yudrikuhul abshaaru walaa yudrikul abshaaru wahuwa latihiiful khabiir

Maka jika ditakdirkan mengandung, istrinya akan melahirkan anak yang mengungguli kedua orang tuanya dalam hal ilmu, sikap dan amalnya, insyaAllah.”

Penulis kitab Hasyiah al-Bujairami ‘ala al-Khathib, tepatnya dalam sebuah faidah, menyatakan: “Saya melihat tulisan Syaikh al-Azraqi yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW, di sana tertulis bahwa seseorang yang ingin istrinya melahirkan anak lakilaki maka hendaknya ia meletakkan tangannya pada perut istrinya di awal kehamilannya sembari membaca doa:

Bismillahirrahmaanirrahim
Allahumma inniii usammii maa fii bathnihaa muhammadan faj’aalhulii dzakara

Maka kelak anak yang dilahirkan akan berjenis kelamin laki-laki. InsyaAllah doa ini mujarab.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published.