BeritaHEADLINENASIONAL

2 Kapal Perang Pemburu Ranjau Buatan Jerman Segera Perkuat TNI AL

213
×

2 Kapal Perang Pemburu Ranjau Buatan Jerman Segera Perkuat TNI AL

Share this article
KRI Pulau Fani-731
KRI Pulau Fani-731

MEDIA24.ID, JAKARTA- Dua unit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yaitu KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 saat ini berada di tengah pelayaran menuju tanah air untuk memperkuat jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). 

Keduanya mulai berlayar dari Jerman dengan menggunakan transporter ship pada Jumat 23 Juni kemarin. KRI  Pulau Fani dan KRI Pulau Fanildo dibangun di Galangan Abeking & Resmussen, Lamwerder, Bremen, Jerman. 

Kapal-kapal buru ranjau berjenis Mine Counter Meassure Vessel (MCMV) yang dinamakan dengan nama-nama pulau di Provinsi Papua ini mampu bekerja baik di laut dangkal maupun laut dalam. 

Baca juga: Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha, Simak Keutamaannya

BERITA LAINNYA  Pengumuman Tahap Akhir PPPK Guru 2022, Cek Link SSCASN dan Kemdikbud

Baca juga: 6 Tips Memilih Hewan Kurban yang Baik dari Profesor FKH Unair

KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 memiliki dimensi panjang 61,4 meter dan lebar 11,1 meter. Keduanya memiliki beberapa kecanggihan karena dilengkapi dengan teknologi peperangan ranjau modern.

Kedua KRI ini menggunakan bahan baja non-magnetik dan memiliki degaussing system, yakni sistem untuk mengurangi kemagnetan kapal, serta dilengkapi penggerak motor elektrik untuk mengurangi tingkat kebisingan.

Kapal perang ini dilengkapi peralatan sonar terbaru yang mampu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak di bawah air, memiliki perangkap ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk identifikasi dan netralisasi ranjau, AUV (Autonomous Underwater Vehicle) untuk membantu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air. 

BERITA LAINNYA  AS Roma Kalah dari Sporting Lisbon, Skor Akhir 2-3

Selain itu, keduanya juga dilengkapi dengan USV (Unmanned Surface Vessel), yakni kapal tanpa awak untuk pemburuan dan penyapuan ranjau.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali di Jerman mengatakan  tujuan dari pengadaan kedua KRI tersebut tak lepas karena masih banyaknya ranjau laut peninggalan perang dunia kedua. 

”Keduanya bertugas untuk menjaga perairan Indonesia agar tetap aman, bebas dari gangguan serta ancaman senjata bawah air terutama ranjau. Selain itu kapal canggih ini juga akan dioperasikan untuk membersihkan perairan Indonesia yang masih memiliki potensi bahaya ranjau”, ujar Laksamana TNI Muhammad Ali.